Tulisan Utama

DDL, DML, Aggregasi & Grouping Basis Data

DDL Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang merupakan kumpulan perintah yang biasa digunakan oleh pengguna basis data untuk mendefinisikan skema ke DBMS. Sedangkan DBMS adalah perangkat lunak khusus yang digunakan untuk mengelola basis data tersebut. DDL menyediakan perintah-perintah...

Selengkapnya...

agung

Ditulis oleh:Agung Cahya | Dalam Uncategorized | Pada 15-01-2020

0

cahhya

DDL, DML, Aggregasi & Grouping Basis Data

Ditulis oleh:Agung Cahya | Dalam Uncategorized | Pada 06-04-2015

0

DDL

Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang merupakan kumpulan perintah yang biasa digunakan oleh pengguna basis data untuk mendefinisikan skema ke DBMS. Sedangkan DBMS adalah perangkat lunak khusus yang digunakan untuk mengelola basis data tersebut.

DDL menyediakan perintah-perintah untuk mengakses objek-objek basidata seperti database, table, index PL/Transact baik untuk membuat dengan perintah Create, merubah dengan perintah Alter dan menghapus dengan perintah Drop.

Cara menggunakan perintah-perintah dalam DDL :

Membuat Database

  • CREATE DATABASE nama_database;

Membuat Tabel Data

  • CREATE TABLE nama_tabel ( [kolom_data] )

nama_tabel = nama yang diberikan untuk basisdata tersebut

Kolom_data digunakan untuk mendefisikan kolom-kolom data yang ada dalam tabel tersebut. kolom data ini dapat diuraikan kembali sbb :

  • Definisi_kolom = [nama_kolom] [tipedata] {Null, Not Null} {Option Kolom}
  • Primary_key = PRIMARY KEY (kolom_key [,kolom_key])

Menghapus Tabel Data

Menghapus Tabel

  • DROP TABLE nama_tabel;

Menghapus Database

  • DROP DATABASE nama_database;

Melakukan Perubahan pada Tabel

Menambahkan Kolom

  • ALTER TABLE nama_tabel ADD COLUMN nama_kolom ([kolom_data])

Merubah Nama Tabel

  • ALTER TABLE nama_table RENAME TO nama_tabel_pengganti

Menghapus Kolom

  • ALTER TABLE nama_tabel DROP COLUMN nama_kolom

Mengganti Kolom

  • ALTER TABLE nama_tabel MODIFY  nama_kolom  ([kolom_data])

 

DML

DML adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengubah, manipulasi dan mengambil data pada basis data. Tindakan seperti menghapus, mengubah, dan mengambil data menjadi bagian dari DML.

DML menyediakan perintah-perintah untuk melakukan proses manipulasi pada konten data yang ada dalam basidata. Perintah-perintah ini diantaranya: Select, Insert, Update dan Delete.

Cara menggunakan perintah-perintah dalam DML :

INSERT

Insert merupakan perintah yang berfungsi untuk menyisipkan, memasukkan dan menyimpan data dari luar sistem ke dalam tabel.

  • INSERT INTO nama_tabel (nama_field1, nama_field2, …) VALUES (isi1, isi2, isi3, …);

SELECT

Select berfungsi untuk melakukan pengambilan sejumlah data yang ada di dalam table untuk ditampilkan ataupun dimanipulasi

– Menampilkan seluruh isi tabel

  • SELECT * FROM nama_tabel;

– Menampilkan dengan klausa WHERE

  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi;

– Menampilkan field tertentu

  • SELECT nama_field1, nama_field2,…… FROM nama_tabel;

– Menampilkan data yang diambil dari beberapa tabel

  • SELECT tabel1.field, tabel2.field,….
  • FROM tabel1, tabel2,….
  • WHERE kondisi;

– Penggunaan operator AND dan OR

  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi1 AND kondisi2 AND kondisi3..;
  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE kondisi1 OR kondisi2 OR kondisi3…;

– Penggunaan operator BETWEEN dan NOT BETWEEN

Untuk menyaring data dengan rentang tertentu (memiliki jangkauan).

  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE field BETWEEN batas_bawah AND batas_atas ;
  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE field NOT BETWEEN batas_bawah AND batas_atas ;

– Penggunaan operator LIKE dan NOT LIKE

Untuk menseleksi data dengan kriteria mengandung kata atau klausa yang didefinisikan oleh LIKE.

  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘%….’;
  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘….%’;
  • SELECT * FROM nama_tabel WHERE field LIKE ‘%….%’;

– Penggunaan operator ORDER BY

Digunakan untuk mengurutkan data

  • SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield;

– Penggunaan operator ASC dan DESC

Untuk mengurutkan data yang ditampilkan secara menaik atau menurun.

  • SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield ASC;
  • SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY namafield DESC;

DELETE

DELETE Perintah ini digunakan untuk menghapus atau menghilangkan baris data (record) dari table. Penggunaan perintah ini juga harus menggunakan WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana yang akan dihapus.

  • DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi;

UPDATE

Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data terbaru. Disini perlu diingat perintah update ini harus dikuti dengan perintah WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana yang akan diperbarui.

  • UPDATE nama_tabel SET field1=nilai_baru, field2=nilai_baru, …..
  • WHERE kondisi;

 

ERD

Model ER adalah persepsi terhadap dunia nyata sebagai terdiri objek-objek dasar yang disebut entitas dan keterhubungan (relationship) antar entitasentitas itu. Konsep paling dasar di model ER adalah entitas, relationship dan atribut. Komponen-komponen utama model ER adalah :

1. Entitas (entity), Entitas memodelkan objek-objek yang berada diperusahaan/lingkungan.

2. Relationship. Relationship memodelkan koneksi/hubungan di antara entitas-entitas.

3. Atribut-atribut (properi-properti), memodelkan properti-properti dari entitas dan relationship

4. Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain

  • One to One

  • One to Many

  • Many to Many

 

AGGREGASI

Fungsi anggregasi atau disebut fungsi ringkasan digunakan untuk melakukan penghitungan menjadi sebuah nilai dari beberapa nilai input.

Beberapa operator aggregasi :

– COUNT

Count sederhananya diartikan dengan hitung, maksud hitung di sini adalah count menghitung jumlah baris yang ada pada suatu tabel.

  • SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel

– MIN

MIN adalah singkatan dari MINIMUM, yaitu operator yang digunakan untuk mencari nilai terkecil dari suatu kolom.

  • SELECT MIN(nama_field) From nama_tabel

– MAX

MAX adalah singkatan dari MAXIMUM, yaitu operator yang digunakan untuk mencari nilai terbesar dari suatu kolom.

  • SELECT MAX(nama_field) From nama_tabel

– SUM

SUM diartikan sebagai jumlah, digunakan untuk menghitung jumlah suatu data.

  • SELECT SUM(nama_field) From nama_tabel

– AVG

AVG singkatan dari AVERAGE, yaitu suatu operator yang digunakan mencari rata-rata dari suatu data.

  • SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel

 

GROUPING

– GROUP BY

Group By merupakan fungsi yang digunakan untuk melakukan pengelompokan dari perintah SELECT

  • SELECT nama_kolom FROM nama_tabel GROUP BY nama_kolom;

– HAVING

Pemakaian Having terkait dengan group by, kegunaannya adalah untuk menentukan kondisi dari group by, di mana kelompok yang memenuhi kondisi saja yang dihasilkan.

  • SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi;

– ORDER BY

Order by adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data secara terurut berdasarkan nilai tertentu. Order by dikelompok menjadi 2 jenis yaitu ascending (data diurutkan dari yang terkecil ke terbesar) dan descending(data diurutkan dari yang terbesar ke terkecil).

  • SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC;

– VIEW

View dapat disebut sebagai sebuah table semu/bayangan. Data-data pada table view dapat merupakan gabungan dari data pada tabe-tabel lain. View dapat digunakan untuk membatasi pengaksesan atas sebuah table tertentu, jadi user hanya boleh melihat table yang berisi data-data secara spesifik. Perintah umum:

  • CREATE VIEW NAMA_VIEW AS;

Referensi

http://devilbang.blogspot.com/

http://elfan-dwi.blogspot.com/

https://sidkanhakim.wordpress.com/2014/10/19/agregasi-sql-dan-view/

DIKTAT KULIAH IK 330 – BASIS DATA

MODUL PRAKTIKUM BASIS DATA 2015

Alat Ukur Tegangan, Arus Listrik, dan Hambatan

Ditulis oleh:Agung Cahya | Dalam Uncategorized | Pada 15-03-2015

0

Multitester/AVOMETER (Ampere Volt Ohm Meter) adalah suatu alat yang digunakan untuk menghitung satuan Voltage (Tegangan), Ampere (Arus Listrik), dan Ohm (Hambatan). Ada 2 jenis AVOMETER :

  • Analog

  • Digital

 

Bagian-bagian Penting AVOMETER

AVOMETER biasanya terdiri dari 3 bagian penting yaitu :

  1. Display
  2. Saklar Selector
  3. Probe

 

Cara Membaca AVOMETER Analog

Sebelum belajar cara membaca avometer analog alangkah baiknya untuk mengenal bagian-bagiannya terlebih dahulu agar lebih memudahkan dalam pemahaman

Penjelasan mengenai gambar diatas :

  1. SEKRUP PENGATUR JARUM, Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil, Sekrup ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL), terkadang jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran, Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.
  2. TOMBOL PENGATUR NOL OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum, hanya saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan angka NOL pada saat Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM. Saat saklar pemilih pada posisi Ohm biasanya pilih x1 pada skala Ohm kemudian Hubungkan kedua ujung TERMINAL (Ujung terminal Merah bertemu dengan Ujung terminal Hitam) dan Lihat pada Layar penunjuk, Jarum akan bergerak ke KANAN (Disitu terdapat angka NOL (0), Putar tombol pengatur Nol Ohm sampai jarum menunjukkan angka NOL). Proses ini dinamakan KALIBRASI OhmMeter. Hal ini Muthlak dilakukan sebelum melakukan pengukuran tahanan (OHM) suatu komponen atau suatu rangkaian.
  3. SAKLAR PEMILIH. Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin di UKUR, misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka atur/putar saklar hingga menyentuh skala AC yang pada alat ukur tertulis ACV, Begitu pula saat mengukur tegangan DC, cari yang tertulis DCV, begitu seterusnya. Jangan Salah memilih Skala Pengukuran.

 

Cara mengukur Tegangan menggunakan Avometer Analog

Untuk mengetahui berapa nilai tegangan yang terukur dapat pula menggunakan RUMUS :

Contoh :

Berapakah Nilai tegangan DCV yang terukur saat Saklar Pemilih berada pada Posisi:

  1. 2.5
  2. 10
  3. 50
  4. 1000

Jawab:

  1. Skala saklar pemilih = 2.5
    Skala terbesar yang dipilih = 250
    Nilai yang ditunjuk jarum = 110 (perhatikan skala 0-250)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (2.5/250)x 110 = 1.1 Volt
  2. Skala saklar pemilih = 10
    Skala terbesar yang dipilih = 10
    Nilai yang ditunjuk jarum = 4.4 (perhatikan skala 0-10)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (10/10)x 4.4 = 4.4 Volt
  3. Skala saklar pemilih = 50
    Skala terbesar yang dipilih = 50
    Nilai yang ditunjuk jarum = 22 (perhatikan skala 0-50)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (50/50)x 22 = 22 Volt
  4. Skala saklar pemilih = 1000
    Skala terbesar yang dipilih = 10
    Nilai yang ditunjuk jarum = 4.4 (perhatikan skala 0-10)
    Maka nilai Tegangan yang terukur adalah:
    Teg VDC = (1000/10)x 4.4 = 440 Volt

Cara mengukur Resistor menggunakan Avometer Analog

Anda hanya perlu memperhatikan berapa nilai yang di tunjukkan oleh Jarum Penunjuk dan kemudian mengalikan dengan nilai perkalian Skala yang di pilih dengan sakelar pemilih

Contoh :

Jawab :

Nilai yang di tunjuk jarum = 26
Skala pengali = 10 k
Maka nilai resitansinya = 26 x 10 k = 260 k = 260.000 Ohm.

Cara mengukur Arus menggunakan Avometer Analog

cara mengukurnya hampir sama seperti mengukur tegangan, hanya saja saklar selectornya diputarkan ke arah satuan arus yaitu ampere. Untuk mengukurnya menggunakan rumus yang sama yaitu :

 

Cara Membaca AVOMETER Digital

Sebelum membaca tulisan selanjutnya, alangkah baiknya untuk memahami bagian-bagian dari avometer digital itu sendiri

Membaca avometer digital lebih mudah dibandingkan membaca avometer analog, karena apa yang tertera di display itu merupakan hasil dari pengukurannya sendiri

Cara mengukur Tegangan DC menggunakan Avometer Digital

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke DCV
  2. Pilihlah skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 6 Volt, putar saklar selector ke 12 Volt (khusus Analog Multimeter)
    **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang lebih tinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Probe Merah pada terminal Positif (+) dan Probe Hitam ke terminal Negatif (-). Hati-hati agar jangan sampai terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

Cara mengukur Tegangan AC menggunakan Avometer Digital

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)
    **Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.
  3. Hubungkan probe ke terminal tegangan yang akan diukur. Untuk Tegangan AC, tidak ada polaritas Negatif (-) dan Positif (+)
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter.

Cara mengukur Arus Listrik menggunakan Avometer Digital

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke DCA
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan arus yang akan diukur. Jika Arus yang akan diukur adalah 100mA maka putarlah saklar selector ke 300mA (0.3A). Jika Arus yang diukur melebihi skala yang dipilih, maka sekering (fuse) dalam Multimeter akan putus. Kita harus menggantinya sebelum kita dapat memakainya lagi.
  3. Putuskan Jalur catu daya (power supply) yang terhubung ke beban,
  4. Kemudian hubungkan probe Multimeter ke terminal Jalur yang kita putuskan tersebut. Probe Merah ke Output Tegangan Positif (+) dan Probe Hitam ke Input Tegangan (+) Beban ataupun Rangkaian yang akan kita ukur. Untuk lebih jelas, silakan lihat gambar berikut ini.
  5. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter

Cara mengukur Hambatan menggunakan Avometer Digital

  1. Atur Posisi Saklar Selektor ke Ohm (Ω)
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. (khusus Multimeter Analog)
  3. Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display Multimeter. (Khusus untuk Analog Multimeter, diperlukan pengalian dengan setting di langkah ke-2)

Sumber :

http://fisika-saputri.blogspot.com/2013/12/mengukur-piranti-elektronika-resistor_19.html
https://efraimmasarrang.wordpress.com/2012/07/31/cara-membaca-multimeter-avometer-jilid-2/
http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

Rangkain Listrik

Ditulis oleh:Agung Cahya | Dalam Uncategorized | Pada 11-03-2015

0

Rangkaian-Listrik-Tertutup-Dan-Terbuka

 

Jenis-jenis rangkaian :

  • Rangkain Seri

390px-Resistors_in_series.svg

 

Rumus dalam rangkaian seri :

Vab = V1 + V2 + V3 + … + Vn

Vab = IR1 + IR2 + IR3 + … + IRn

Vab = IRtotal

IRtotal = IR1 + IR2 + IR3 + … + IRn

Rtotal = R1 + R2 + R3 + … + Rn

Sehingga :

1caa164cf16b7117e9f88a2bf910a391

*n = jumlah resistor

 

  • Rangkaian Paralel

301px-Resistors_in_parallel.svg

Rumus dalam rangkaian parallel :

V = V1 = V2 = V3 = Vn

I1 = I1 + I2+ I3 + … + In

0f67a9d6ad548b23212a3161ebabcf51

Jumlah kebalikan hambatan total rangkaian paralel sama dengan jumlah dari kebalikan hambatan tiap- tiap komponen (resistor).

1 (2)

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Rangkaian_seri_dan_paralel

http://fisikazone.com/arus-listrik/rangkaian-listrik-tertutup-dan-terbuka/

Komponen Dasar Elektronika

Ditulis oleh:Agung Cahya | Dalam Uncategorized | Pada 11-03-2015

0

Komponen elektronika berupa sebuah alat berupa benda yang menjadi bagian pendukung suatu rangkaian elektronik yang dapat bekerja sesuai dengan kegunaannya. Mulai dari yang menempel langsung pada papan rangkaian baik berupa PCB, CCB, Protoboard maupun Veroboard dengan cara disolder atau tidak menempel langsung pada papan rangkaian.

  • Komponen Pasif

1. Resistor atau Tahanan

3_ResistorsResistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm :

0c6c4184116ceee2f3a0fdf655e591c5


 

 

2. Kapasitor atau Kondensator

Kondensator-Al-Elko-Wiki-07-02-11Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai “kapasitor”.

Polarized_kondensator_symbol_3Lambang kondensator (mempunyai kutub) pada skema elektronika.

Capacitor_symbolLambang kapasitor (tidak mempunyai kutub) pada skema elektronika.


 

3. Induktor atau Kumparan

Electronic_component_inductorsSebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya.

 

Untuk menemukan induktansi ekivalen total (Leq) :

Inductors_in_parallel.svg

d741d0482bb269f2806850b030d23302

Untuk menentukan todu total digunakan rumus :

390px-Inductors_in_series.svg

 

9b32a243befdc37970b8e64b41891934


4. Transformator

Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain

Jenis-jenis trasnformator :

  • Step-Up
  • Step-Down
  • Autotransformator
  • Autotransformator Variabel
  • Transformator Isolasi
  • Transformator Puls
  • Transformator Tiga Fase


  • Komponen Pasif

1. Dioda

140px-Diode_symbol.svgDiode adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur)

Jenis-jenis dioda :

– Dioda Cahaya

– Dioda Foto

– Dioda Laser


2. Dioda Schottky

SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali

Logo pada skema elektronik untuk SCR:

Scrlogo02

Guna SCR:

– Sebagai rangkaian Saklar(switch control)

– Sebagai rangkaian pengendali (remote control)


3. Transistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya

Jenis-jenis transistor :

– BJT

– FET


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Elektronika

http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor

http://id.wikipedia.org/wiki/Kondensator

http://id.wikipedia.org/wiki/Induktor

http://id.wikipedia.org/wiki/Transformator

http://id.wikipedia.org/wiki/Diode

http://id.wikipedia.org/wiki/Penyearah_terkendali_silikon

http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor

Hello world!

Ditulis oleh:Agung Cahya | Dalam Uncategorized | Pada 10-03-2015

1

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!